Showing posts with label Transmisi. Show all posts
Showing posts with label Transmisi. Show all posts

Mantap Menanjak dengan D3

KOMPAS.com (Selasa, 24 November 2009) — Transmisi otomatik Freed berbeda dengan yang digunakan pada Honda sebelumnya atau dengan versi konvensional. Transmisi 5 percepatan ini adalah gabungan continuouly variable transmission (CVT) dan torque converter. Di Indonesia, merek lain yang sudah menggunakan teknologi ini adalah Nissan.

Menurut Honda, teknologi ini dipilih untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar dan akselerasi yang responsif. Karena itulah, saat gigi berada pada posisi “P” dan gas diinjak, Freed meluncur halus. Kinerja tersebut juga diperoleh dari aplikasi pengoperasian throttle by wire atau lebih dikenal dengan drive by wire (DBW).

Rute menantang
.

Selama di jalan tol, posisi transmisi dioperasikan pada “D”. Reaksi responsif pada mobil terjadi pada putaran mesin di atas 2.000 rpm.

Pada kecepatan 80-100 km per jam dan putaran 3.000 rpm, mesin menghasilkan traksi bertenaga dan cukup responsif.

Tes yang sangat menantang adalah saat menelusuri rute Purwakarta-Subang lewat Jalan Terusan Halim-Wanayasa-Sagalaherang-Subang Ciater-Tangkuban Perahu-Lembang-Bandung. Pada rute ini, Kompas.com mengobservasi kemampuan transmisi otomatis Freed.

Seluruh transmisi, D, D3, 2, dan 1, sesuai dengan kondisi medan. Kalau tanjakan terlalu berat, yang digunakan adalah D3.

Pengoperasian transmisi gampang! hanya menekan tombol bawah pada tongkat transmisi. Begitu D3 dioperasikan mulai dari awal tanjakan, napas Freed lebih panjang dan bertenaga. Namun bila tetap bertahan pada D, dan dilakukan pada tanjakan yang cukup panjang, mesin akan kepayahan. Bahkan, ketika coba dipindah ke D3 lagi, reaksi mesin jadi lambat.

"Engine brake".

D3 juga juga efektif untuk memperoleh efek engine brake, terutama ketika meluncur di turunan tajam. Namun, laju terasa lebih aman ketika menggunakan gigi 2. Dengan memanfaatkan pengereman dari mesin ini atau gigi lebih rendah, kerja rem jadi lebih ringan. Hal ini juga lebih aman karena ada bantuan dari mesin untuk memperlambat laju kendaraan. Selain itu, umur pakai kampas lebih lama.


Karena pada rute Purwakarta-Subang-Bandung pengemudi harus lebih sering menggunakan D3, akibatnya konsumsi bahan bakar Freed yang dikemudikan Kompas.com agak boros, 11,7 km/liter. Namun, begitu kembali ke Jakarta, konsumsi bahan bakar menjadi 12,8 km/liter dengan cuaca hujan cukup deras dari Bandung sampai Cikampek.

Kenyamanan dan stabilitas.
Tes selama dua hari memberikan kenyamanan yang memuaskan bagi pengemudi dan penumpang. Desain jok deret pertama dan kedua memegang tubuh penumpang dengan baik. Di samping itu, kualitas materi baik sehingga nyaman diduduki dan disentuh.

Posisi duduk pengemudi cukup nyaman. Adapun desain jok ergonomis. Hasilnya, berkendara tidak melelahkan meski perjalanan sudah dilakukan selama 3 jam tanpa berhenti.

Saat melewati jalanan yang tidak rata atau polisi tidur, peredaman dari suspensi baik sekali. tidak ada hentakan keras. Penumpang merasa nyaman! Kemudian, ketika bermanuver pada kecepatan cukup tinggi di tikungan, tubuh pengemudi dan penumpang tidak harus ikut miring!

Pada kecepatan 100 km/jam, suara audio masih cukup jernih dan tak terlalu terganggu oleh suara angin dan ban. Penumpang belakang puas dengan penempatan speaker tinggi! Embusan udara segar dari AC juga dirasakan dengan baik sampai ke jok paling belakang.

Dengan ukuran yang kompak, Freed menjadi MPV yang sangat lincah di segmennya (termasuk MPV segmen di bawahnya). Ini sangat membantu pengemudi saat parkir atau bermanuver di jalanan sempit.

Fitur
.
Mobil ini dilengkapi dengan sistem informasi yang ditayangkan melalui layar LCD, antara lain konsumsi bahan bakar rata-rata, jarak yang bisa ditempuh dengan bahan bakar tersisa, odometer, dan tripmeter. Informasi kerja mesin (takometer), kendaraan (spidometer), dan indikator bahan bakar ditayangkan secara digital.

Untuk hiburan, digunakan audio double DIN yang bisa memainkan CD dan radio dengan suara cukup bagus. Juga sudah tersedia koneksi untuk iPod, MP3 player, dan USB flashdisk.

Ada pula perlengkapan lain sekaligus pengaman, yaitu keyless entry untuk membuka dan menutup pintu. Selain itu, tersedia juga tombol untuk membuka dan menutup pintu geser belakang di depan kanan pengemudi.

Fitur lain adalah anti-lock braking system (ABS), electronic brakeforce distribution (EBD), dan brake assist (BA). Khusus untuk versi dengan power sliding door ditambahkan lagi dua airbag.

Tak kalah menarik, sebagai mobil keluarga, di Freed juga disediakan berbagai kotak penyimpanan berbagai jenis barang, mulai dari botol dan kaleng minuman sampai jenis lain. Dengan banyaknya fitur, kualitas materi yang bagus, dan berbagai kemampuan lebihnya, wajarlah bila Honda memosisikan Freed di kelas menengah, kendati ukurannya kompak.

Spesifikasi Mesin Freed
Mesin
4 silinder, SOHC, 16 katup, i-VTEC
Kapasitas
1.500 cc
Tenaga maks. 118PS@6.600 rpm
Torsi maks.
10,4,9 kgm @4.800 rpm
Berat total
1.280 kg
Radius belok maks.
5,2
Kapasitas tangki bensin
42

Penulis: ZBJ

Editor: zbj
READ MORE - Mantap Menanjak dengan D3

Mengamankan Kenyamanan Transmisi Otomatik

Jumat, 29/1/2010 | 17:14 WIB

KOMPAS.com – Saking nyaman transmisi otomatik di tengah-tengah kemacetan lalu lintas kota yang makin padat, banyak pengemudi membiarkan gigi pada posisi “D”. Untuk berhenti menunggu lampu merah, pengemudi hanya mengandalkan rem.

Penggunaan transmisi otomatik seperti itu, akan mempercepatnya rusak. Pasalnya, ketika posisi gigi di “D”, komponen transmisi, seperti kopling masih tetap bekerja.

Karena itulah, bila menggunakan transmisi otomatik, tangan tetap harus bekerja. Hanya kaki yang benar-benar istirahat.

Ketika berhenti menunggu lampu merah, sebaik geser posisi transmisi ke “N” yang berada di atas “D”. Dengan ini demikian, beban mesin berkurang dan kopling basah pada transmisi tidak saling bergesek (meregang). Selanjutnya, daya tahan atau umur pakai kopling tersebut lebih lama. Begitu juga dengan ATF (automatic transmission fluid)-nya.

Kopling tersebut harus dicegah cepat habis. Pasalnya, biaya untuk “operasi” transmisi ini cukup mahal bila diperlukan penggantian. Begitu juga dengan biaya ATF dan ongkos kerja. Di samping itu, bila kopling masih oke, Andda bisa tancap gas dengan mantap. Bila tidak, mobil akan loyo saat digeber dan dipastikan konsumsi bahan bakar ikut boros. Pasalnya, pedal gas diinjak lebih dalam namun mobil tidak bisa ngacir!

Mengeser transmisi ke posisi “N” saat berhenti juga membantu mengurangi kampas rem cepat habis atau aus. Pasalnya, bila tetap di “D”, berarti masih ada tenaga dari mesin, namun gerakan mobil ditahan oleh rem.

Untuk mencegah rem cepat habis, ketika meluncur di turunan, sebaiknya menggunakan gunakan posisi “D” untuk transmisi lama yang masih dilengkapi dengan tombol overdrive. Namun bila tidak lagi menggunakan tombol overdrive, geser atau tekan tombol D3. Bisa juga menggunakan “2”.

Jadi, pemeliharaan transmisi otomatik tidak hanya dengan penggantian ATF secara teratur, juga ditentukan cara mengoperasikannya. Malah bila cara menggunakan tidak tepat, justru mempercepatnya rusak! Kenyamanan pun berubah menjadi kekesalan!

Kompas.com/Zulkifli BJ
READ MORE - Mengamankan Kenyamanan Transmisi Otomatik

Mengenal Shift Hold System Honda Freed


Tetap kencang di jalan berliku

Mengendarai mobil di jalan berliku atau medan bertekstur naik turun, transmisi pasti akan terus dimainkan. Ketika kecepatan dirasa menurun perpindahan gigi ke perbandingan yang lebih rendah dilakukan agar tetap diperoleh akselerasi yang baik ketika harus kembali buka gas. Namun perpindahan gigi ini tentunya sesuai kebutuhan, meski jalan berliku atau menanjak tidak selamanya butuh naik turun gigi.

Ada kalanya jalan berliku atau tanjakan dan turunan bisa dilewati tanpa perpindahan gigi. Pada mobil bertransmisi manual kita bisa mengaturnya suka-suka. Namun sayangnya pada transmisi automatic tidak semua sistem transmisi yang dipasang pada sebuah mobil bisa memilih perbandingan gigi yang sesuai kondisi jalan dan kemauan pengendaranya.

Namun lain halnya dengan transmisi automatic 5 speed yang dipakai Honda Freed. Transmisi automatic ini lebih pintar dengan pasokan perangkat Shift Hold System dan Grade Logic Control. Kedua perangkat yang juga terdapat pada Honda All New Jazz ini mampu mengurangi perpindahan gigi yang berlebih.

Shift Hold System adalah sistem pengaturan perpindahan transmisi secara komputerisasi yang terintegrasi dengan Grade Logic Control. Sistem ini mengatur perpindahan transmisi otomatis berdasarkan input yang didapat dari berbagai macam sensor yaitu, sensor kecepatan, sensor akselerasi kendaraan dan juga sensor injakan pedal gas.


Dari tiga sensor tadi akhirnya terbaca kebutuhan perbandingan gigi yang paling ideal, harus turun atau naik atau tetap lebih tepat karena sesuai dengan kemampuan mesin, kondisi jalan serta kemauan pengendara. Misalnya saat dirasa dengan gigi 3 saja mesin masih mampu berakselerasi kenapa harus pindah ke gigi 2.

Begitu juga dengan Grade Logic Control. Sistem ini memberikan perpindahan transmisi berdasarkan atas medan yang dilalui oleh kendaraan pada saat tanjakan dan turunan. Seperti halnya Shift Hold System pada jalanan yang berliku, Grade Logic Control juga mengurangi perpindahan gigi yang tidak perlu di jalan yang berbukit.

Penggunaan sistem ini terbukti mampu meningkatkan kecepatan dan akselerasi pada saat melewati jalan yang berliku dan tanjakan serta turunan. Berkurangnya perpindahan transmisi yang berlebihan untuk mendapatkan kenyamanan berkendara dan efisiensi bahan bakar dengan cara mengurangi shift shock.

Sumber/Penulis/Foto: Otomotifnet.com/Popo/Uda
READ MORE - Mengenal Shift Hold System Honda Freed